Kamis, 15 Oktober 2009

Jendela-jendela

Banyak yang menyukai tulisan-tulisannya Fira Basuki, buku triloginya (Pintu, Jendela, Atap) mendapat respon yang cukup baik dari pembaca. Dan dari sekian banyak pembaca itu, saya adalah salah satu yang kurang begitu suka dengan tulisannya. Alasannya kenapa?, kau tidak perlu mengetahuinya. Saya dapat buku ini di Palasari, waktu jalan-jalan minggu siang yang tidak menyenangkan : Bandung sedang panas dan macet pisan.

Fira menceritakan sebuah keluarga muda asal Indonesia yang menetap di Singapura. Si istri yang tinggal di apartemen (sementara suaminya bekerja), sempat selingkuh dengan kawannya. Itu penggalan cerita yang paling saya ingat dari buku ini, sementara sisanya saya lupa lagi. Mungkin kawan-kawan ada yang bertanya : menceritakan perselingkuhan kok lewat buku segala mbak?, silahkan berkomunikasi langsung dengan beliau di Facebook atau di Multiply. Bagi saya tidak ada kesan apa pun setelah membaca buku ini, selain kata-kata : “ah, kurang rame”.

Selain menulis trilogy, dia juga menulis buku “Biru” dan novel adaptasi dari film karya Garin Nogroho : “Cinta Dalam Sepotong Roti”. Buku novel adaptasinya cukup tipis serta ukurannya kecil, dan seperti novel-novel Indonesia yang diadaptasi dari film : isinya tidak ada yang istimewa (Biola Tak Berdawai mungkin pengecualian). Sekarang semakin banyak saja penulis perempuan yang hadir di dunia perbukuan Indonesia, dan akan kau dapati bahwa mereka melakukan perang karya dan pemikiran, berlomba meyakinkan para pembaca dengan tulisan-tulisannya. Dan memang, karya harus dibalas dengan karya, tulisan dilawan dengan tulisan. [ ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar